Memang aku tak dapat menamainya
Sebait puisi tanpa kata
Yang setiap saat tterkelebat dalam pikiranku
Mungkinkah semua ini akan berlalu?
Ah,
Sepak terjang kehidupan dunia
Tak mencuat sedikitpun akan rasa
Aku tersembunyi
Disini
Saat aku mulai mengukur ejaan hati
Tanganku tak pernah sekalipun menggoyang angka
Hanya getaran jiwa dan lelehan air mata
Oh,
Sungguh aku tak kuasa
Aku tak mampu menorehkan senyum
Hanya barisan luka yang mengalir
Mengekang setiap gerak anganku
( Sri Hartatik / XI IPA II )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar