Minggu, 25 Desember 2011

BINGKISAN DARI TEMAN


Kotak nun indah itu
Berpita merah jambu
Lukisan bunga menyelimutinya
Tak bertepi, tak berujung
Ketika ku buka,
Kulirik jendela kaca
Embun menitik disana
Sama seperti batinku di hati
Seonggok kotak itu telah membuatku berlari pergi
Melalap samudera menyambut bukit sahara
Sungguh aku terkesima
Terlena
Akan kesejukkan teman-temanku
Yang menyirna duka rindu ruang perasaku
Aku tersenyum untuk semua
Ketika kusentuh
Memancar senyum
Bingkisan cantik itu
Dari teman-temanku
( Sri Hartatik / XI IPA II )

SETAPAK KAKI


Dikala sinar memuncar
Kujejakkan kaki di bumi pertiwi
Mulai kurasuki gerbang kedamaian
Berharap limpahan kilauan mutiara
Tapi....
Apakah daya setapak kaki
Melihat duri dibalik rumpun teki
Oh, tersembunyi menusuk tajam
Kini....
Saat kugapai butiran cahaya purnama
Dan kurenkum kedalam jiwa
Impian bersama tetesan embun permata
Menyejukkan, jadikan kaki terdiri kukuh
Mengapa saat kucoba tegar rintangan justru menghadang
Selalu kutinju jalan setan setan kecil
Yang mencakar lebar piintu nuraniku
Tapi tak akan kubiarkan terkelebat
Karena....
Bidadari hiasi mahkotaku
Mengiringi dendang lagu setapak kaki
Berjalan menelusuri pernak pernik kehidupan
( Fitri Rahayu / XI IPA II )

BARISAN LUKA


Memang  aku tak dapat menamainya
Sebait puisi tanpa kata
Yang setiap saat tterkelebat dalam pikiranku
Mungkinkah semua ini akan berlalu?
Ah,
Sepak terjang kehidupan dunia
Tak mencuat sedikitpun akan rasa
Aku tersembunyi
Disini
Saat aku mulai mengukur ejaan hati
Tanganku tak pernah sekalipun menggoyang angka
Hanya getaran jiwa dan lelehan air mata
Oh,
Sungguh aku tak kuasa
Aku tak mampu menorehkan senyum
Hanya barisan luka yang mengalir
Mengekang setiap gerak anganku
( Sri Hartatik / XI IPA II )

NOSTALGIA


Melodi ini
Kembali memutar kisah kehidupanku
Yang menyiksa dan mengundang jera
Namun
Saat kucoba menghindar segala nada
Seakan aku menjerat diri padanya
Semua yang telah lama tertimbun
Kini muncul kembali membawa petaka
Oh,
Hati dan naluriku terusik karenanya
Aku tak mampu mengucap segala makna
Semua badai mimpi buruk yang terulang
Segala penderitaan dan tangisan
Seolah datang mengingatkan
Bahwa aku pernah menyapanya
Oh,
Selalu kuingat dalam detikku
Setiap sakit yang membekas luka
Aku telah lama teraniaya
Dalam hasrat setiap mahkluk yang mencoba tegar
Kutuliskan sebuah doa
( Fitri Rahayu / XI IPA II )